Rabu, 30 November 2011

Kisah Musisi dan Tukang Ledeng


Kisah nyata seorang penyanyi Eropa, wanita yg memiliki suara yang merdu, Wanita ini bersuamikan pemain musik, begitu pandainya suaminya ini tentang nada, birama, dan tangga nada di bidang musik, sehingga dia selalu mengkoreksi istrinya ketika bernyanyi.

ketika istinya bernyanyi selalu saja ada kritik dan komentar, akhirnya sang istri malas mennyanyi dan mengambil keputusan untuk tidak bernyanyi lagi. Singkat cerita sang suami meninggal karena kecelakaan, dan wanita ini menikah lagi dengan seorang tukang ledeng.

Tukang ledeng ini tidak tau menahu soal musik dan nada, yang ia tahu istrinya suka bernyanyi dan bersuara bagus, dia selalu memuji ketika istrinya bernyanyi. Suatu ketika istrinya bertanya "Pa bagaimana suaraku?"
ia pun berkata kepada istrinya, " Ma, kalau saya tidak menikah dengan kamu, mungkin saya sudah tuli karena mendengar dentuman bunyi gergaji, cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi bising lainnya yang saya dengar ketika saya bekerja sehari hari."

"saya sering terngiang ngiang suara suara aneh itu, ttpi setelah menikah dengan mama, suara mama lah yg sering hadir di mimpi ku skrg."

istrinya sangat tersanjung mendengar pujian suaminya, dan dia semakin gemar menyanyi..tanpa disadari dia terus berlatih dan terus berlatih bernyanyi. hingga sampai suatu saat suaminya mendorong istrinya ke dapur rekaman. Wanita ini akirnya menjadi penyanyi terkenal.

Dan dia menjadi penyanyi terkenal bukan pada saat ketika bersuamikan musisi terkenal, tetapi pada saat bersuamikan seorang tukang ledeng yang selalu memberikan pujian dan dorongan.

Omelan dan kritik yang negatif tidak membangun dan bisa merusak orang, tetapi sedikit pujian bisa mmbuat orang meraih prestasi tertinggi

"Mengkritik.....baik, tapi Pujian.....lebih baik."

Selasa, 08 November 2011

Ibu selalu mencintaimu nak


Di jepang dulu pernah ada tradisi membuang org yg sudah tua ke hutan. Mereka yg dibuang adalah org tua yg sudah tidak berdaya, sehingga memberatkan kehidupan anak anaknya.

Pada suatu hari seorang pemuda berniat membuang ibunya kehutan, krn si ibu lumpuh dan agak pikun. Si pemuda tampak bergegas menyusuri hutan sambil menggendong ibunya. Si ibu yang sudah tak berdaya berusaha menggapai setiap ranting pohon, yg bisa diraihnya lalu mematahkan dan menaburkan sepanjang jalan yg mereka lalui.

Didalam hutan yang sangat lebat, si anak menurunkan ibunya, dan mengucapkan salam perpisahaan sambil menahan sedih krn tak menyangka bahwa dia tega melakukan perbuatan itu terhadap ibunya.

Justru ibunya tampak tegar, dalam senyumannya sambil berkata, “Anaku, ibu sangat menyayangi mu, sejak kau kecil sampai kau dewasa, ibu selalu merawat mu dengan segenap cintaku, bahkan sampai saat ini rasa sayang ku tak bekurang sedikit pun. Tadi ibu sudah menandai sepanjang jalan yg kita lalui dengan ranting kayu, ibu takut kau tersesat, ikutilah tanda itu agar kau selamat sampai dirumah.

Setelah mendengar kata kata itu si anak menangis amat keras, kemudian memeluk ibunya dan menggendongnya ibunya kembali dan merawatnya sampai hembusan nafas terakir ibunya.

“Kasih yg takkan pernah terhapus masa ialah kasih org tua thdap anak anaknya”