Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam7 malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah. Sangat sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telur gorengnya menjadi sedikit gosong, saya melihat ibu sedikit panik, tapi tak bisa berbuat banyak, karena minyak gorengnya telah habis.
Kami menunggu dengan tenang apa reaksi ayah yang ulang kerja pasti sudah capek, melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa, ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua makanan yang disiapkan ibu dgn tersenyum dan berkata “Terima kasih ya bu.” Lalu ayah menanyakan kegiatan saya dan adik di sekolah.
Selesai makan, masih dimeja makan, saya mendengar ibu meminta maaf tentang makanan yang gosong dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan ialah ayah berkata : “Sayang saya suka telur dan tempe yang gosong.”
Sebelum tidur saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kpd ayah, saya bertanya apakah ayah benar2 menyukai telur dan tempe yang gosong?
Ayah memeluk erat saya dengan kedua lengannya dan berkata “anaku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari n dia benar-benar sudah capek.”
Jadi sepotong telur dan tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!
Belajar menerima kesalahan orang lain ialah salah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan suatu hubungan yang sehat, emosi takan pernah mnyelesaikan masalah.
“Tua pasti, tapi dewasa itu pilihan.”
| Myweb |
Senin, 16 Januari 2012
Selasa, 03 Januari 2012
Happy New year 2012

Seorang bocah lelaki masuk ke sebuah toko, ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin. lalu ia naik keatasnya agar dapat meraih telepon dan menggunakannya. si pemilik toko mengamati perbuatannya dan menguping pembicaraan nya.
anak : ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput dihalaman ibu?
ibu : saya sudah mempunyai orang untuk mengerjakannya.
anak : ibu bisa bayar saya setengah dari upah orang itu.
ibu : saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.
anak : (dengan sedikit memaksa) saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari minggu halaman rumah ibu akan menjadi yang tercantik diantara rumah kompleks blok ibu.
ibu : tidak terima kasih.
dengan senyuman di wajahnya si anak menaruh kembali gagang telepon tersebut, si pemilik toko yang telah menguping pembicaraannya menghampiri anak itu.
pemilik toko : nak, aku suka semangat positif dan sikap mu, aku ingin menawarkan pekerjaan untuk mu.
anak : tidak terima kasih.
pemilik toko : tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan itu.
anak : ohh, itu tadi saya cuma mau mengecek apakah pekerjaan saya sudah bagus. sayalah yang bekerja untuk ibu tadi.
Seperti anak kecil ini sebaiknya kita mengevaluasi tentang apa yang kita telah kerjakan di 2011 untuk memastikan kualitas yang lebih baik di 2012.
" Waktu seperti sungai, kamu tidak dapat menyentuh air yang sama kedua kalinya, karena air terus berlalu dan mengalir tidak akan pernah kembali "
Langganan:
Komentar (Atom)